HOME
PROFILE
FAMILY
EVENTS
CONTACT


Angon Putu ke Pasar
Tgl 5 Juni 1977 Hajat 'ANGON PUTU KE PASAR'

Pertemuan terbesar selama terbentuk nya Paguyuban saat itu di rumah Mas H. Yun Harsono, Umbul kec. Dolopo kab. Madiun yang mana dari jumlah Rumpun saat itu mencapai 244 orang dapat hadir 197 orang.

1. Pengertian 'ANGON PUTU'
Tradisi sebagian masyarakat Jawa, keluarga yang mendapat Rachmad dan Kemurahan Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya berupa : Anak banyak, Cucu banyak sudah mantu Ragil, kecukupan sandang, kecukupan pangan dan dikaruniai umur panjang, melakukan TRADISI perilaku sosial dengan sebutan 'ANGON PUTU KE PASAR'

2. Peralatan yang dibawa bagi Pemangku Hajat :
a. Kalung tas berisi uang.
b. Pecut / Cemethi.

3. Makna 'ANGON PUTU KE PASAR'
Banyak filosofi Jawa demi kepentingan / gemblengan di wujudkan suara SANEPO yang perlu diterjemahkan ke bahasa sehari-hari untuk mengerti Maknanya.
Adapun makna secara garis besar nya adalah :
a. ANGON :
- memberi kebebasan terkontrol
- mengenalkan lahan/tempat/lapangan mencari SUKET IJO
- membuka penalaran bahwa rezeki berada dimana-mana harus dicari
- melatih mengatasi berbagai tantangan bahwa tidak semua lahan subur/mudah dicapai tetapi harus disertai perjuangan
b. PUTU :
- manusia ciptaan Tuhan YME
- butuh hidup bahagia/sejahtera
- subyek yang perlu dididik/dilatih/dituntun
c. PASAR :
- berisi berbagai kebutuhan hidup manusia, atas ciptaan Tuhan
- mengenalkan spesialisasi keahlian seseorang
- tempat komunikasi bidang usaha

4. Makna Peralatan :
a. Kalung Tas berisi uang untuk membelikan barang apapun yang diminta PUTU
b. Sarana pengendali

Bp. Prawiro Sentono memberikan kata sambutan menjelang berangkat Angon Putu ke Pasar Dolopo didampingi Mbah Roeslan
Setelah memberi sambutan, Bp. Prawiro Sentono membunyikan (nyeblakake) PECUT / CEMETHI di halaman rumah Mas Yun Harsono, sebagai tanda akan berangkat ke Pasar Dolopo
Di depan Pasar Dolopo akan masuk pasar semula berbaris tetapi tetap mocar-macir dan Pecut diseblakake keras-keras sebagai peringatan agar tidak mocar-macir.
Saat di dalam Pasar Dolopo.
Copyright © 2017 PRAWIRO SENTONO, All Rights Reserved. | Webmaster Dunamistech Systems